Pengenalan PC Gaming
Bermain game adalah salah satu aplikasi utama pertama untuk komputasi pribadi, dan popularitasnya terus meningkat sejak saat itu. Survei terbaru menunjukkan persentase PC gaming sekitar 30% hingga 50%, dengan sebagian besar digunakan khusus untuk bermain game. Bermain game tidak dimulai dengan diperkenalkannya PC IBM. Bermain game di konsol sudah populer (dan masih populer hingga sekarang), dan game-game awal, seperti Spacewar! dan game serupa lainnya, dimainkan di komputer besar seperti PDP-1 dan PDP-11 dari Digital Equipment.
Sejarah Komputer Gaming
Permainan komputer awal seringkali berbasis teks, karena grafis komputer masih sulit dilakukan pada PC generasi awal. Ketika PC dengan kemampuan grafis yang lebih baik dan resolusi lebih tinggi, seperti Apple dan Atari, muncul, permainan komputer dikembangkan untuk memanfaatkan kemampuan yang ditingkatkan tersebut. Kemampuan ini semakin berkembang dengan diperkenalkannya IBM PC dan kemampuan untuk add graphics cards, yang meningkatkan resolusi tampilan. Seiring dengan semakin populernya permainan komputer, kebutuhan akan CPU dan GPU yang lebih cepat pun meningkat. Seiring dengan semakin canggihnya komponen-komponen ini, panas yang dihasilkan pun semakin besar.
Tantangan untuk Mendinginkan PC Gaming
Panas merupakan masalah yang perlu diperhatikan pada komputer. CPU (dan GPU) dirancang untuk melambat seiring peningkatan panas, yang disebut throttling, agar komponen tidak rusak akibat panas berlebih. Ini biasanya bukan masalah pada banyak aplikasi, tetapi menjadi masalah ketika komputer perlu memodelkan pergerakan pada layar. Dalam kebanyakan kasus, gaming PCs, Metode untuk mengatasi penumpukan panas adalah dengan menyebarkannya menggunakan heat sink logam yang dipadukan dengan satu atau lebih kipas. Pengaturan ini mentransfer panas dari CPU ke heat sink, di mana satu atau lebih kipas menyebarkannya ke dalam casing komputer, yang memiliki satu atau lebih kipas tambahan untuk menjaga suhu tetap wajar di dalam casing PC.
Solusi untuk Mendinginkan PC Gaming
1. Kipas Pendingin
Selama bertahun-tahun, berbagai metode telah muncul untuk mengatasi panas CPU. Pendekatan awal adalah heat sink/kipas, yang masih menjadi yang paling populer. Seiring dengan semakin populernya game, CPU perlu menjadi lebih cepat dan lebih bertenaga, dan penumpukan panas yang dihasilkan menjadi semakin mengkhawatirkan. Game menjadi semakin detail, dengan lebih banyak gerakan di dalam game, seringkali membutuhkan overclocking CPU dan meningkatkan tekanan panas pada CPU dan penanganan panas di sekitarnya.

2. Pendingin Peltier
Bagaimana cara kerja pendingin Peltier?
Salah satu pendekatan alternatif adalah pengenalan pendinginan Peltier, yang juga disebut pendinginan termoelektrik. Perangkat Peltier terdiri dari dua logam yang berbeda. Ketika arus DC dilewatkan melalui keduanya, satu sisi perangkat memanas, dan sisi lainnya mendingin. Sisi dingin terhubung secara termal ke CPU dan menjaganya tetap dingin, sementara sisi panas memiliki heatsink dan kipas untuk menghilangkan panas yang dihasilkan oleh sisi perangkat tersebut.
Pendingin Peltier, yang juga disebut pendingin termoelektrik, cukup efektif dalam menjaga CPU tetap dingin, dan itu sangat penting saat bermain game, karena jenis aplikasi ini membutuhkan overclocking CPU secara berkala. Dan ketika CPU di-overclock, dan panas menumpuk, hasilnya adalah kecepatan CPU menurun, yang disebut thermal throttling, menyebabkan game melambat atau bahkan mulai tersendat.
Kelemahan pendingin Peltier
Namun, pendinginan Peltier memiliki sejumlah kekurangan yang membatasi penggunaannya pada rig gaming, meskipun banyak PC gaming masih sering menggunakan pendekatan ini untuk menjaga suhu tetap dingin. Salah satu kekurangannya adalah meskipun pendingin Peltier sangat efektif dalam menghantarkan panas dari CPU, panas tersebut, yang dipancarkan dari sisi yang menghadap menjauh dari CPU, tetap harus dibuang ke suatu tempat. Dalam casing komputer yang besar, beberapa kipas berkecepatan tinggi sering digunakan untuk mengatasi masalah ini. Namun, distribusi panas bukanlah masalah yang paling membatasi dari pendinginan termoelektrik. Pendingin Peltier menggunakan banyak listrik, sesuatu yang sering membatasi penggunaannya, terutama pada PC berukuran kecil. Konsumsi daya yang besar membutuhkan catu daya yang besar. Ini mungkin bukan masalah pada casing berukuran standar, yang memiliki banyak ruang untuk kipas dan catu daya. Namun, hal ini menimbulkan masalah pada PC berukuran kecil di mana catu daya eksternal dan umumnya memberikan daya yang jauh lebih sedikit.
3. Pendingin Air
Bagaimana cara kerja PC berpendingin air?
mini PCs Komputer ini dapat memainkan berbagai macam game, terutama jika Anda memilih konfigurasi yang mumpuni. Namun, beberapa game membebani performa hingga menyebabkan thermal throttling, bahkan dengan kipas yang berisik. Solusinya adalah pendinginan cairan. Dalam banyak kasus, pendinginan cairan memberikan pendinginan CPU yang lebih baik daripada pendinginan udara murni. Air, yang sering digunakan dalam pengaturan pendinginan cairan saat ini, memiliki konduktivitas termal yang tinggi, artinya lebih banyak panas yang ditransfer dari CPU, memungkinkan CPU berjalan lebih cepat tetapi tidak jauh lebih panas. Pengaturan pendinginan cairan terdiri dari water block, yang menggantikan heat sink pada sistem pendingin udara, pompa untuk memindahkan cairan di dalam sistem, reservoir pendingin, dan radiator/penukar panas serta kipas untuk menghilangkan panas yang ditransfer ke cairan oleh water block. Pompa sistem pendingin cairan umumnya cukup tenang, begitu pula kipas yang mendinginkan radiator sistem. Dalam sistem pendingin udara, ketika CPU terlalu panas, kipas seringkali dapat menghasilkan suara yang mengingatkan pemain pada jet tempur F-22 yang lepas landas dari desktop.

Liquid Cooling vs Air Cooling
Sistem pendingin cair menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan pendingin udara. Pendingin cair memiliki kemampuan untuk menghantarkan lebih banyak panas dari CPU daripada udara, sehingga lebih cocok untuk PC berperforma tinggi yang digunakan untuk bermain game atau aplikasi yang sangat berat seperti rendering video. Pendingin cair juga sedikit lebih baik dalam pengaturan suhu karena mendistribusikan panas ke lebih banyak permukaan radiator daripada pendingin udara. Pendingin cair juga menawarkan suhu yang lebih konstan pada CPU sehingga sistem pendingin tidak perlu menyala dan mati. Pendingin cair juga lebih senyap daripada pendingin udara, karena pompa kecil menghasilkan sedikit sekali kebisingan, dan kipas pada radiator umumnya berjalan lebih lambat, sehingga menghasilkan lebih sedikit kebisingan. Baik pendingin cair maupun pendingin udara memindahkan panas dari CPU. Tetapi dengan sistem pendingin udara, panas dipindahkan ke casing dan kemudian perlu dipindahkan ke luar. Hal ini meningkatkan panas internal di dalam casing, sementara sistem pendingin cair melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam mengeluarkan panas dari casing.
Kesimpulan
Ketika harus memutuskan antara PC gaming berpendingin udara atau berpendingin air, tidak ada satu pilihan yang benar. Sistem berpendingin cairan seringkali sedikit lebih mahal daripada yang menggunakan pendingin udara. Tetapi jika Anda berniat menggunakan PC Untuk aplikasi berat yang mendorong CPU hingga kinerja maksimal, sistem pendingin cair biasanya merupakan pilihan yang tepat.









