Ray Tracing yang sebelumnya hanya tersedia di kartu grafis kelas atas, kini perlahan mulai lebih mudah diakses, terutama berkat hadirnya model-model yang lebih terjangkau. Melalui Intel Arc 140T, Intel berupaya menghadirkan alternatif hemat biaya bagi para gamer yang ingin merasakan teknologi ini tanpa harus menguras anggaran.
Dalam artikel ini, kami menyajikan pengujian lengkap kartu grafis ini dalam skenario penggunaan nyata untuk menilai performa Ray Tracing serta performa gaming secara keseluruhan. Apakah benar menjadi solusi ideal untuk menikmati grafis canggih tanpa harus mengeluarkan biaya besar? Simak analisis mendalam kami untuk mengetahui apakah Intel Arc 140T benar-benar mampu memenuhi ekspektasi.
Intel Arc 140T: Spesifikasi dan Posisi di Pasar
Dengan Arc 140T, Intel menyasar segmen kartu grafis terjangkau, terutama dengan mengandalkan spesifikasi teknis modern dan nilai harga-kinerja yang kompetitif. Sebelum menganalisis performanya saat bermain game, mari kita lihat lebih detail spesifikasi serta posisi produk ini di pasar.
Key Specifications
Intel Arc 140T Prosesor grafis terintegrasi (iGPU) ini dibekali spesifikasi teknis yang dirancang agar Ray Tracing dapat dinikmati dengan anggaran yang lebih terjangkau. GPU ini dilengkapi dengan memori VRAM GDDR6 sebesar 6 GB, yang cukup untuk bermain game di resolusi Full HD dengan pengaturan grafis tinggi pada sebagian besar game terbaru. Arsitekturnya sendiri berbasis Xe cores, Intel‘s teknologi milik Intel yang menangani pemrosesan grafis konvensional sekaligus Ray Tracing.
iGPU ini mendukung Ray Tracing berbasis hardware, sehingga efek pencahayaan dapat diproses langsung oleh GPU tanpa sepenuhnya bergantung pada prosesor (CPU). Poin menarik lainnya adalah dukungan terhadap codec AV1, yang menjadi nilai tambah bagi streamer dan kreator konten karena format ini mampu memberikan kompresi video yang lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas.
Terakhir, Arc 140T dibekali teknologi XeSS (Xe Super Sampling) yang setara dengan DLSS milik NVIDIA. Teknologi upscaling ini mampu meningkatkan performa sekaligus menjaga kualitas gambar tetap baik, sehingga sangat ideal untuk sistem dengan spesifikasi yang lebih sederhana.
Secara keseluruhan, model Arc 140T berfokus pada kebutuhan utama, namun tetap menghadirkan sejumlah fitur modern yang sangat layak dan bernilai tambah.

Posisi di Pasar Dibandingkan Pesaing
Di pasar solusi grafis terjangkau, Arc 140T memposisikan diri sebagai pesaing dua nama yang sudah mapan, yaitu NVIDIA RTX 3050 dan AMD Radeon RX 6600. Dari sisi harga, Arc 140T ditujukan untuk menjadi pilihan yang sedikit lebih terjangkau dibandingkan para pesaing langsungnya. Solusi ini jelas menyasar gamer yang mencari kartu grafis ekonomis untuk bermain di resolusi Full HD dengan Ray Tracing tetap aktif.
Dibandingkan dengan RTX 3050, Arc 140T menawarkan performa Ray Tracing yang relatif sebanding, terutama berkat Xe cores dan dukungan Ray Tracing berbasis hardware. Namun demikian, dari sisi dukungan software, NVIDIA masih lebih unggul dan matang. Sementara itu, jika dibandingkan dengan AMD RX 6600, solusi terintegrasi dari Intel lebih menonjol dari segi nilai harga terhadap performa, khususnya bagi gamer yang tertarik menggunakan Ray Tracing, karena kemampuan Ray Tracing pada RX 6600 masih tergolong terbatas.
Terakhir, kehadiran teknologi XeSS memberikan keunggulan tersendiri bagi Arc 140T, karena mampu meningkatkan performa dalam kondisi yang menuntut tanpa membuat harganya menjadi mahal. Secara keseluruhan, Intel menghadirkan alternatif yang cukup meyakinkan untuk mendemokratisasi teknologi Ray Tracing bagi para gamer dengan anggaran terbatas.
Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah tabel perbandingan dari ketiga opsi tersebut:
| Feature | Intel Arc 140T | NVIDIA RTX 3050 | AMD RX 6600 |
|---|---|---|---|
| Type | iGPU (Arrow Lake-H/HX) | Dedicated GPU (laptop) | iGPU (Ryzen 7040/8040) |
| VRAM | No (shared memory) | 4 to 6 GB GDDR6 | No (shared memory) |
| Ray Tracing | Yes (8 RT Units) | Yes | Yes (limited) |
| Upscaling | XeSS | DLSS 2.x | FSR 2/3 |
| AV1 Codec | Yes | Yes | Yes |
| Harga | Integrated in CPUs, laptops between Rp 17 jutaan and Rp 31 jutaan | Around Rp 4 jutaan –Rp 6 jutaan (GPU only) / Rp 19 jutaan– Rp 29 jutaan (laptop) | Around Rp 5 jutaan–Rp 7 jutaan (GPU only) / Rp17 jutaan–Rp 27 jutaan (laptop) |
Baca selengkapnya tentang: Kartu Grafis Terbaik 2025: Panduan Pembeli GPU Terlengkap
Intel Arc 140T vs RTX 4060: Perbandingannya Bagaimana?
Intel Arc 140T diposisikan sebagai solusi ekonomis untuk menikmati Ray Tracing, namun bagaimana kemampuannya jika dibandingkan dengan kartu grafis mapan seperti NVIDIA RTX 4060? Dari sisi performa mentah, RTX 4060 jelas masih unggul, dengan pengelolaan Ray Tracing real-time yang lebih baik, dukungan DLSS 3.5 yang lebih matang, serta konsumsi daya yang lebih efisien. Meski begitu, Arc 140T menawarkan nilai harga yang sangat agresif untuk gamer 1080p, terutama pada game yang mendukung XeSS. Jika anggaran Anda terbatas dan Anda lebih sering memainkan game yang tidak terlalu berat atau sudah dioptimalkan untuk Intel, Arc 140T bisa menjadi alternatif yang cukup serius—dengan catatan Anda siap menerima beberapa kompromi.
Tes Metodologi
Untuk mengevaluasi performa nyata Intel Arc 140T, kami menyusun metodologi pengujian yang ketat, khususnya dengan mereproduksi kondisi penggunaan nyata agar hasil pengujian lebih akurat dan relevan. concrete usage scenarios. Mulai dari konfigurasi perangkat keras hingga pemilihan game, setiap parameter ditentukan untuk mencerminkan pola penggunaan khas gamer PC pada laptop.
Tes Konfigurasi Bench
Untuk pengujian ini, kami menggunakan sebuah laptop yang dilengkapi dengan Intel Core Ultra 9 285H processor, yang mengintegrasikan GPU Arc 140T. Konfigurasinya mencakup RAM DDR5 sebesar 32 GB (untuk menghindari keterbatasan memori) serta SSD NVMe berkecepatan tinggi (agar waktu loading lebih optimal). Seluruh pengujian dilakukan menggunakan Windows 11 dengan driver grafis Intel Arc terbaru yang tersedia saat penulisan, sehingga kompatibilitas dan performa dapat dipastikan berada pada kondisi optimal.
Resolusi pengujian terutama ditetapkan pada Full HD (1080p), yang merupakan resolusi target untuk jenis GPU ini. integrated GPU. Pengujian tambahan pada resolusi 720p juga dilakukan untuk melihat potensi peningkatan performa saat beban grafis diturunkan. Konfigurasi ini merepresentasikan lingkungan penggunaan yang umum pada laptop gaming terjangkau maupun laptop serbaguna.
Game yang Dipilih untuk Benchmark
Untuk mengevaluasi Intel Arc 140T dalam kondisi nyata, tidak ada cara yang lebih baik selain mengujinya langsung melalui game. Kami memilih tiga game populer dan cukup berat yang mendukung Ray Tracing. Pilihan kami jatuh pada Cyberpunk 2077, Control, dan Fortnite. Mengapa memilih judul-judul ini? Karena game-game tersebut menawarkan keseimbangan yang baik antara grafis modern, kebutuhan teknis, serta variasi mode permainan.
Cyberpunk 2077, khususnya, merupakan tolok ukur yang sangat baik untuk mendorong kemampuan GPU di resolusi 1080p dengan Ray Tracing aktif, berkat dunia terbukanya yang luas dan efek visual yang sangat canggih. Control dikenal luas karena integrasi Ray Tracing yang mendalam serta tuntutan grafisnya yang tinggi, sehingga ideal untuk menilai kelancaran performa dan kualitas gambar. Terakhir, Fortnite, sebagai game yang sangat populer, memungkinkan pengukuran performa dalam lingkungan yang kompetitif dan teroptimasi, sekaligus menguji rendering Ray Tracing pada game yang relatif lebih ringan.
Pemilihan ini memungkinkan kami mendapatkan gambaran yang menyeluruh mengenai kemampuan grafis Arc 140T pada berbagai jenis game.
Performa Ray Tracing
Pada bagian ini, kami menganalisis performa Intel Arc 140T dengan Ray Tracing yang diaktifkan, terutama melalui perbandingan hasil FPS saat teknologi ini digunakan dan saat dinonaktifkan. Kami juga akan membahas dampak teknologi upscaling XeSS terhadap kelancaran permainan dan kualitas visual, sekaligus mengidentifikasi kompromi yang diperlukan untuk mendapatkan pengalaman bermain yang optimal.

Hasil FPS dengan Ray Tracing Aktif vs Nonaktif
Selama berbagai tahap pengujian, Intel Arc 140T menunjukkan performa yang bervariasi tergantung pada apakah Ray Tracing diaktifkan atau tidak. Tanpa Ray Tracing, iGPU ini mampu menghadirkan rata-rata 60 hingga 75 FPS pada resolusi 1080p di game yang diuji, sehingga memberikan pengalaman bermain yang lancar bagi sebagian besar gamer kasual. Namun, ketika Ray Tracing diaktifkan, performa menurun cukup signifikan, dengan rata-rata berada di kisaran 30 hingga 40 FPS, tergantung pada judul game yang dimainkan.
Sebagai contoh, pada Cyberpunk 2077, mengaktifkan Ray Tracing menurunkan FPS hingga sekitar 50%. Pada Control, penurunannya sedikit lebih ringan, namun tetap terasa signifikan. Sementara itu, pada Fortnite yang tergolong lebih ringan, dampaknya tidak terlalu besar dengan penurunan performa yang lebih moderat.
Hasil ini dengan jelas menunjukkan keterbatasan Ray Tracing pada iGPU seperti Arc 140T, sekaligus menegaskan pentingnya penyesuaian pengaturan grafis agar pengalaman bermain tetap nyaman.
Menggunakan XeSS untuk Meningkatkan Performa
Seperti yang telah disebutkan, Intel Arc 140T dilengkapi teknologi XeSS, yaitu sistem upscaling cerdas yang mampu meningkatkan performa tanpa mengorbankan kualitas visual. Dengan mengaktifkan XeSS, game dirender pada resolusi yang lebih rendah, lalu direkonstruksi kembali ke Full HD menggunakan algoritma khusus. Proses ini secara signifikan mengurangi beban kerja pada GPU.
Selama pengujian kami, penggunaan XeSS mampu meningkatkan FPS sebesar 30 hingga 50% tergantung pada judul game, sehingga Ray Tracing dapat berjalan jauh lebih lancar di platform ini. Perbedaan visual yang dihasilkan juga relatif minim, dengan gambar tetap tajam dan hampir tidak ada penurunan detail yang terlihat. Oleh karena itu, XeSS terbukti menjadi solusi yang sangat membantu untuk memaksimalkan potensi Arc 140T, dengan menghadirkan kompromi yang efektif antara kualitas grafis dan kelancaran performa.
Analisis Visual: Kualitas Grafis, Kelancaran, dan Kompromi yang Diperlukan
Analisis visual pada game yang diuji menggunakan Intel Arc 140T menunjukkan keseimbangan yang cukup menarik antara kualitas grafis dan kelancaran, terutama saat Ray Tracing diaktifkan. Tanpa optimasi tambahan, beberapa efek pencahayaan dan pantulan memang terlihat sedikit kurang detail jika dibandingkan dengan kartu grafis dedicated kelas atas, namun hasilnya masih tergolong sangat baik untuk sebuah iGPU. Dari sisi kelancaran, performanya secara umum memuaskan di resolusi 1080p, dengan catatan beberapa pengaturan grafis perlu disesuaikan.
Aktivasi XeSS memegang peranan penting dalam menjaga kompromi yang ideal. Teknologi ini secara signifikan meningkatkan kelancaran permainan tanpa penurunan kualitas gambar yang berarti. Namun, untuk memastikan pengalaman bermain yang tetap nyaman, terkadang perlu menurunkan beberapa pengaturan, seperti kualitas bayangan atau tekstur, terutama pada adegan dengan beban grafis tinggi. Penyesuaian ini menjadi hal yang penting jika ingin benar-benar menikmati Ray Tracing pada Arc 140T sambil tetap menjaga tingkat playability yang baik.
Secara keseluruhan, iGPU ini mampu menghadirkan pengalaman visual yang meyakinkan di kelasnya, dengan kompromi yang masih tergolong wajar.
Performa Secara Keseluruhan
Pada bagian ini, kami akan menyajikan performa umum Intel Arc 140T tanpa Ray Tracing, berdasarkan hasil benchmark pada berbagai game populer. Kami juga akan membandingkan hasil tersebut dengan GPU lain yang berada di kisaran harga serupa, guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai posisi solusi ini di pasar.
Benchmark pada Game Populer Tanpa Ray Tracing
Tanpa mengaktifkan Ray Tracing, Intel Arc 140T menunjukkan performa yang jauh lebih seimbang dan cocok untuk gaming di resolusi 1080p. Pada game populer seperti Apex Legends, Forza Horizon 5, atau CS:GO, hasilnya cukup menggembirakan dengan rata-rata FPS berada di kisaran 70 hingga 90 FPS, tergantung pada tingkat detail grafis yang digunakan.
Pada pengaturan grafis tinggi, dalam game seperti Fortnite, iGPU ini mampu mempertahankan rata-rata sekitar 80 FPS, sehingga tetap memberikan pengalaman bermain yang lancar meskipun tanpa menggunakan teknologi upscaling.
Pada game yang lebih ringan seperti Rocket League atau Valorant, performa sering kali mampu melampaui 100 FPS, yang menegaskan peran Intel Arc 140T sebagai solusi yang layak bagi gamer kasual maupun kompetitif di level pemula.
Secara keseluruhan, Intel Arc 140T menunjukkan performa yang lebih baik tanpa Ray Tracing. Tergantung pada game yang dimainkan, iGPU ini sangat cocok untuk gaming di resolusi Full HD dengan pengaturan grafis menengah hingga tinggi.
Perbandingan dengan GPU Lain di Kisaran Harga yang Sama
Dari sisi performa keseluruhan tanpa Ray Tracing, Intel Arc 140T bersaing dengan iGPU generasi terbaru dari AMD serta GPU dedicated level entry. Untuk mempermudah pemahaman, berikut kami sajikan tabel perbandingan rata-rata performa pada resolusi 1080p di beberapa game populer:
| GPU | Average Performance (FPS) | Type |
|---|---|---|
| Intel Arc 140T | 70-90 | iGPU |
| AMD Radeon 780M | 60-85 | iGPU |
| NVIDIA RTX 3050 (laptop) | 90-110 | Dedicated GPU |
Secara ringkas, Arc 140T berada sedikit di atas Radeon 780M, berkat arsitektur Xe yang dioptimalkan dan dukungan teknologi seperti XeSS. Jika dibandingkan dengan RTX 3050 Laptop, performanya lebih rendah, terutama karena tidak memiliki memori dedicated. Meski demikian, untuk sebuah iGPU, hasil yang ditawarkan tetap solid dan menarik untuk penggunaan gaming ringan hingga menengah.
Suhu, Kebisingan, dan Konsumsi Daya
Pada bagian ini, kami meninjau perilaku termal dan konsumsi energi Intel Arc 140T yang terintegrasi pada CPU Ultra 9 285H. Suhu, kebisingan kipas, dan konsumsi listrik diamati selama sesi gaming intensif untuk mengevaluasi manajemen panas serta efisiensi energi dari solusi grafis ini.
Pengamatan Suhu Selama Uji Ketahan
Selama pengujian, kami melakukan sesi stress test yang cukup lama. Intel Arc 140T menunjukkan suhu yang terkontrol, meskipun terintegrasi langsung dengan prosesor. Pada beban maksimum, iGPU ini mencapai puncak sekitar 78 hingga 80°C tanpa menimbulkan thermal throttling. Namun, manajemen panas sangat bergantung pada cooling system perangkat keras yang digunakan.
Dalam pengujian kami, setelah beberapa menit beban penuh, suhu iGPU stabil sekitar 75°C. Hasil ini menunjukkan kontrol termal yang baik, sehingga performa tetap konsisten selama sesi gaming panjang. Dengan demikian, iGPU ini aman digunakan untuk bermain game tanpa risiko panas berlebih.
Tingkat Kebisingan Kipas
Kebisingan kipas bisa menjadi gangguan bagi sebagian gamer. Oleh karena itu, kami menilai bagaimana perilaku Intel Arc 140T selama sesi gaming. Tingkat kebisingan yang dihasilkan kipas selama pengujian tetap tergolong rendah, bahkan saat beban penuh.
Selama sesi bermain yang panjang, kebisingan mencapai sekitar 38 hingga 40 dB, setara dengan hembusan angin yang terdengar namun tidak mengganggu di lingkungan normal. Untuk penggunaan kantor atau multimedia, kipas hampir tidak terdengar sama sekali. Desain terintegrasi Arc 140T membantu meminimalkan kebutuhan pendinginan aktif, sehingga pengalaman penggunaan tetap nyaman tanpa gangguan kebisingan berlebihan, bahkan pada fase permainan yang paling menuntut.
Konsumsi Daya Saat Beban Penuh
Pada beban maksimum, Intel Arc 140T menunjukkan konsumsi daya yang tergolong moderat. Selama pengujian gaming di resolusi 1080p, konsumsi total iGPU stabil di kisaran 30 hingga 40 W. Kami mencatat adanya puncak sesekali hingga 45 W, terutama pada adegan yang paling menuntut.
Konsumsi daya yang rendah ini memungkinkan laptop yang dilengkapi iGPU ini memiliki daya tahan baterai yang baik untuk penggunaan campuran, sekaligus tetap menjaga performa grafis yang memadai tanpa menguras baterai secara berlebihan.
Nilai Harga terhadap Performa dan Kesimpulan
Pada bagian terakhir ini, kami akan menilai nilai harga terhadap performa Intel Arc 140T serta mengidentifikasi keunggulan utamanya bagi gamer dengan anggaran terbatas. Kami juga akan memberikan rekomendasi berdasarkan berbagai profil pengguna, sebelum menutup dengan contoh konkret penerapannya GEEKOM IT15 Mini PC, yang dilengkapi dengan iGPU ini.
Keunggulan Arc 140T bagi Gamer dengan Budget Terbatas
Intel Arc 140T menonjol sebagai solusi grafis menarik bagi gamer dengan anggaran terbatas. Kekuatan utamanya terletak pada integrasinya secara langsung dengan prosesor terbaru, sehingga tidak memerlukan GPU dedicated. Selain itu, kompatibilitasnya dengan Ray Tracing dan XeSS juga menjadi salah satu keunggulan penting.
Dengan demikian, Arc 140T mampu memberikan pengalaman gaming 1080p yang memadai tanpa kompromi besar pada kualitas grafis. Efisiensi daya dan performa yang seimbang menjadikannya pilihan yang relevan untuk gaming sesekali maupun tingkat menengah.
Baca Selengkapnya Tentang Best Gaming PCs Under 500: Affordable Power for Budget Gamers
Rekomendasi Berdasarkan Profil Pengguna
Bagi gamer kasual, Arc 140T menghadirkan pengalaman bermain yang lancar di resolusi 1080p pada sebagian besar judul, terutama tanpa Ray Tracing. Sementara itu, gamer kompetitif bisa menargetkan game e-sport yang lebih ringan seperti Valorant atau Fortnite dengan frame rate yang stabil.
Bagi kreator konten, Arc 140T memang memiliki keterbatasan, namun menawarkan dukungan AV1 yang menarik untuk encoding video. iGPU terintegrasi ini pun cocok bagi pengguna yang mencari solusi serbaguna dan ekonomis, tanpa menuntut performa tinggi untuk editing atau rendering 3D.
Mini PC with Intel Arc A140T: GEEKOM IT15 Mini PC
GEEKOM IT15 Mini PC dengan sempurna menunjukkan keunggulan Intel Arc 140T dalam format yang ringkas. Berkat iGPU terintegrasi ini, mini PC ini memungkinkan bermain banyak game di resolusi 1080p sekaligus tetap hemat daya dan memiliki ukuran yang kecil.

- Intel® Core™ U9-285H / U5-225H
- Intel® Arc™ GPU: 140T (U9-285H) / 130T (U5-225H), XeSS and ray tracing support
- Dual-channel DDR5 5600MT/s SODIMM, up to 64GB
- M.2 2280 NVMe PCIe® Gen 4 ×4 SSD, up to 2TB
- Wi-Fi 7 and Bluetooth® 5.4
- Pre-installed Windows 11 Pro
Dengan demikian, mini PC ini sangat cocok untuk pelajar atau gamer kasual. Solusi ini terjangkau dan serbaguna, mampu mendukung pekerjaan kantor, multimedia, sekaligus sesi gaming ringan.
Kesimpulan Akhir: Ray Tracing di Bawah Rp 21 jutaan, Apakah Layak?
Di bawah Rp 21 jutaan, tergantung model komputer, Ray Tracing dengan Intel Arc 140T menjadi opsi menarik, terutama bagi gamer dengan anggaran terbatas. iGPU terintegrasi ini menawarkan performa yang memadai, ditambah dukungan XeSS yang memungkinkan pengalaman bermain 1080p yang lancar. Namun, tetap diperlukan kompromi pada pengaturan grafis agar gameplay tetap optimal.









